Tina, Anak Tante Ima Yang Haus Sex  – Kembali ke cerita dulu setelah menggarap tubuh tante Ima dan memasuki hari kedua diantara 12 hari itu aku sudah merasa sudah tidak kuat untuk menahan gejolak nafsu birahiku. Hasratku tersendat tanpa tahu dimana tempat menyalurkan syahwat untuk berhubungan intim. Pada suatu malam, saat paman dan tanteku menginap di hotel untuk mencari suasana baru aku nekat mengetuk kamar Tina (anak tante).

Dengan muka memelas dan sok care aku mengutarakan semua isi hatiku. Bahwa aku lagi BT ( Birahi Tinggi ) sudah 4 bulan menjomblo dan tidak dapat menyalurkan hasrat seksku. Walau sempat terkejut dan risih, tetapi Tina memahami dan kasihan kepadaku. Hehee…walau sebenarnya aku hanya berakting.

Mendadak situasi menjadi terbalik, dengan bersikap care juga Tina bercerita bahwa sudah 2 minggu Dia dan pacarnya break karena pacarnya kedapatan selingkuh. Aku bersorak riang di dalam hati, memanfaatkan setiap peluang yang ada. Aku berakting sok simpatik, care, fear dan vulgar untuk memancing sejauh mana dia bercinta (sex).

Aku menceritakan sudah biasa melakukan hubungan ngesex dengan pacarku dulu dan sekarang lagi pengen. Aku kaget karena dia menganggap biasa dan tanpa ragu mengakui sudah tidak perawan. Akhirnya kami bersepakat untuk saling mengisi sementara waktu sebelum mendapatkan pacar yang baru. Tetapi dengan syarat, tidak lebih dari oral sex dan hanya saat berada di rumah. wow.. sungguh beruntung diriku mendengar hal itu.

Dari bawah bantal Tina mengeluarkan sebuah diary dan ternyata itu tempat dia menyembunyikan DVD porno koleksinya. Akhirnya kami menonton aksi panas artis bokep Maria Ozawa di kamar Tina sambil tidur-tiduran di kasur. adegan semakin panas, begitu juga dengan kami. kontolku seakan sudah membatu, mengeras menahan nafsu sementara Tina hanya diam memeluk bonekanya tetapi samar-samar mulai aku si pemuas nafsu dengar desah nafasnya tidak beraturan.

“Tin…tolong kocokin punyaku ya?” Rengekku.

“Tegang ya? Hehehee…” jawabnya cengengesan, padahal aku tahu dia juga lagi horny berat.

“Please….” aku memohon.

“Ingat ya, Cuma oral!!” Jawabnya.

Aku mengangguk dan langsung menyodorkan kontolku tepat di depan wajahnya. Tina tercengang dengan ukuran kontolku yang jumbo dan menelan ludah hingga 2 kali. Dengan agak ragu jari lentiknya meraih kontolku dan mulai mengelusnya pelan-pelan. Sungguh lembut sambutan tangannya, lambat tetapi syarat akan nikmat syahwat.

Aku merem melek dan mendesah keenakan untuk memancing nafsunya. Terus dan terus tetapi Tina tetap pada kocokanya saja. Aku ingin lebih dengan memaksanya mencium dan mengulum palkonku. Dengan agak terpaksa Tina menurut dan mulai mengurut kontolku dengan mulut imutnya.

Sluuuuurrrrrrrrrppppp…sluuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrpp ppp….suara becek mulai hadir diantara kami. aku belai wajah dan rambutnya, turun ke lehernya, punggungnya hingga akhirnya ke pantat sintalnya. Aku remas gemas pantatnya, sambil sesekali meraba memek yang tertindih badannya yang tengkurap.

Aaaahhhhhhhhhhhhhhh….aku mendesah ditelingannya, coba merangsangnya dari indera pendengarnya dan rupanya langsung berhasil. Kulumannya semakin cepat dan akal sehatnya seakan sudah luluh sehingga tanganku bebas meluncur ke sela-sela baju tidurnya.

Toketnya sudah sangat kenyal begitu juga dengan puting mungilnya,walau baru tumbuh tapi kurasakan putingnya cukup enak dimainkan. Kupijit dan aku pilin berulang-ulang membuat tubuh Tina mengejang hebat sampai-sampai palkonku digigitnya.

“Aaaaaduuuuuuuuhhhhh…kok di gigit!” Teriakku.

“Sori…abis geli banget!!” Jawabnya.

Tina hendak beranjak dari tempat tidur dan dengan sigap aku si pemuas nafsu langsung menariknya hingga kembali jatuh di ranjang, langsung aja aku sergap dengan ciuman di leher dan remasan di kedua toketnya sambil menindihnya.

Sementara kontolku aku gesekkan ke selangkanganya yang otomatis merangsang memeknya. berkali-kali Tina memintaku untuk berhenti tetapi aku tidak memperdulikannya malah terus mencumbu penuh nafsu. Hanya dalam hitungan menit, Tina menyerah pasrah dengan membalas cumbuanku dengan penuh gairah.

Tangannya meraba dan meraih kontolku kembali, mengelus serta mengocoknya dengan tempo yang cepat. Nafasnya memburu dan melenguh mengisyaratkan siap untuk cumbuan lebih lanjut. Ini saatnya, gumamku dalam hati dan langsung menarik celana tidurnya dengan cepat sehingga tidak ada kesempatan untuk melarangku.

Begitu melorot, mulutku langsung menyusuri paha mulusnya dengan ciuman, hisapan, jilatan bahkan dengan gigitan yang manja.

OOOOHHH…. Tina mendesah panjang sambil menjambak rambutku dan menekan kepalaku kepangkal pahanya. Aroma memek becek langsung semerbak di hidungku, aku cium dan aku raba-raba dengan jariku.

Desahanya semakin memanja, dengan mata merem-melek dia memohon agar aku terus merangsangnya. Jari telunjukku aku tusukkan ke memeknya, lendir hangat serta merta membuat laju jariku semakin dalam memasuki memeknya.

“aaaaaaaaaaahhhhhhh….enaaaaaaaaakkkk……. …..ooouuuuhhh…terussssss….uuuuuuhhhh…jangan berhenti ya…”. rengeknya meracau.

“Iya…aku lepasin CD kamu ya??” Pintaku.

“Taa….taaaaaaaaaaaapiii pakai jari aja ya??” Jawabnya.

“Iyaaaaa….” jawabku

Aku lepaskan CD beserta baju tidurnya kemudian aku melepaskan bajuku sendiri, sehingga aku dan Tina sudah sama-sama bugil. Aku harus mencuri kesempatan agar kontolku bisa memasuki memeknya, pikirku. Aku kocok memeknya dengan jari telunjukku, maju-mundur dengan cepat, lebih cepat dan teruuuuussssssssss…… hampir setengah jam aku terus mengocoknya, entah berapa kali dia orgasme aku tidak peduli karena niatku memang membuatnya mabuk kepayang. Berkali-kali pantatnya bergetar-getar dengan kaki mengejang tapi aku tetap mengocoknya tanpa mau menurunkan tempo kocokanku.

Aku memintanya berposisi doggy style dengan alasan agar lebih nikmat, Tina menurut saja dan menunggingkan pantatnya yang putih. Tampak belahan pantatnya mengkilat bekas aliran hangat lendir orgasme dan dua jariku kini aku masukkan, membuat memeknya kembali sesak sehingga rangsangan dari dinding memeknya terasa lebih nikmat.

Saat Tina mulai menikmati dan terbuai, aku si pemuas nafsu langsung menghentakkan kontolku kedalam memeknya. sangat kuat hingga membuat tangannya tidak mampu menopang tubuhnya dan jatuh ke kasur sambil berteriak keras.

“AAAAAUUUUUUUWWWW…. AAAAAHHHHH… sakiiiiittttt… aduhhh… mmmm… periiiihhh…. bajingan kamu……..ooohhhhhh ….” teriaknya.

Aku terus menekan dan memaju-mundurkan kontolku, sangat susah dan menyesak di memeknya. hingga kurasakan dinding memeknya berkedut-kedut menyesuaikan ukuran kontolku. Aku tidak menghiraukan rengekan Tina, tetap fokus dan terus menekan maju dengan semangat 45. Aku membuka mulut saat aku mulai mendengar suara desahanya.

“Hemmmmmmmm…ooooooooooohhhhhhhhhhhh…aaaaaaaaaa aghhhh…” gumamnya.

“Bagaimana enak kan?” Godaku.

“Kaaaaaaa….kaamuuuuu…bajingan…. tidak menepati janji!” Jawabnya.

“Udah…jangan begitu…nikmati aja dulu, baru komentar!!!” Jawabku asal.

Hampir 2/3 kontolku tertelan memeknya, masih sesak tetapi sudah sangat licin sehingga pas mantab buatku. Maju-mundur aku terus menggoyangkan pantatku keluar masuk memeknya, sementara jari-jariku merangsang pinggang dan punggungnya.

“Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh…. aaaaaaaaaaahhhh…” desahnya.

“Hemmmmmmmmmm… memek kamu sangat nikmat Tin!” Pujiku.

“Emang… ooooooooohhhhh…burungmu aja yang kegedean!” Jawabnya masih sewot.

Mendadak Tina meminta bertukar posisi diatasku dan mulai mengambil alih pertempuran ini, pantatnya meliuk menari menggoyang kontolku. Memutar ke kiri memutar ke kanan, goyangan Tina membuat palkonku ngilu dan berdenyut cepat. Sangat nikmat dan aku suka!! Kuakui, memeknya jauh lebih nikmat daripada memek ibunya, beruntung sekali aku dapat merasakannya.

“Tin…aku hampir keluaaarrrrrrr….aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh…” kataku.

“Aaaaaaaaaaaaaahhhhhh….” desahnya sambil menyemprotkan lendir orgasme.

Dengan cekatan Tina melepaskan kontolku dari cengkeraman memeknya dan langsung mengamankan spermaku dengan mulutnya. ujung palkonku dihisapnya kuat-kuat sementara pangkal kontolku dikocoknya dengan cepat.

“AAAAAAAH…AH…AH…AH…AH…AH…AAAAAAAAAAUUUW W…” rengekku.

CROT…CROT….CROOT… spermaku menyemprot kuat kedalam mulutnya bahkan ada yang langsung keluar dari hidungnya. Sangat banyak dan sangat kental! Tina terus melumat, menghisap dan menjilat tanpa jijik, tidak ada lagi kata cacian yang ada tinggal lenguhan serta puja dan puji.

Setelah puas, aku kembali menuju kamarku tanpa memakai baju karena malam ini memang hanya ada aku si pemuas nafsu dan Tina. Karena lelah, aku langsung merebahkan badan dan tidur dengan harapan bisa nyenyak dan terbawa mimpi. Tapi ternyata Tina malah menyusul aku, sehingga kami tidur bersama dalam pelukan hangat tanpa baju yang menyekat alias bugil. Kami sangat pulas, hingga akhirnya kami bangun kesiangan dan membolos sekolah.

Hingga hari ke-12 aku masih tetap menderita, ada cemburu dihatiku saat pamanku bermesraan dengan Tante Ima, melihat tapi tidak bisa menyentuh karena mereka sangat lengket penuh rindu terutama pamanku. Walau ada Tina yang membantu memuaskan nafsuku tapi tetap saja aku gelisah.

Aku kembali ceria saat Pamanku balik ke Papua karena otomatis aku yang menjadi raja dirumahnya. Ima(tanteku) sebagai ratuku dan Tina(anaknya tante) sebagai selirnya. Setiap hari kami memacu hasrat, memadu rindu dan mengadu nafsu. siang malam ibu dan anak tersebut menuruti kemauanku, untungnya keduanya Ima dan Tina tidak saling tahu.

Ceritasexterpanas – Sebulan berselang, kami mendapat kabar Pamanku meninggal dunia akibat gagal ginjal. Aku si pemuas nafsu mendadak syok, karena sifat dan sikapku yang selama ini aku lakukan apalagi dalam wasiatnya aku tercatat menerima 25% hartanya, sementara yang lainnya untuk Tina (anak tante) dan Ima (tanteku). Tapi setan tidak mau aku berlarut-larut dalam sesal, dengan modal nafsu dan harta setan kembali mengambil alih hatiku.

Aku menjadi suaminya tante Ima saat di ranjang dan tetap meladeni nafsu Tina yang kian hari kian menjadi, sama seperti aku. Bahkan walau sudah mempunyai pacar Tina tetap saja meminta jatah kepadaku dengan alasan kontolku lebih berasa mantapnya.

Baiknya anak tante si Tina dan ibunya (Ima), mereka tidak pernah melarang aku dekat atau pacaran dengan siapapun yang penting jatah dirumah tetap aku penuhi. Kadang aku berfikir bahwa aku tidak lebih dari seorang gigolo untuk tanteku dan selingkuhan bagi sepupu perempuanku.

 

Related Post

Like & Share !