Bu Stacy Yang Menikmati Goyangan Penisku Yang Besar  – Sepeninggal Pamanku semua tampak baik-baik saja terutama baik buatku, seolah-olah kini aku yang menjadi kepala keluarga semuanya hampir sepengetahuanku. Maklum aku menjadi perantara diantara Ima(tanteku) dan Tina(anak tante), diantara Ibu dan Anak karena aku memang akrab dengan keduanya bahkan intim, tetapi dengan posisi yang terpisah.

Aku sangat leluasa terutama yang berkaitan dengan uang, sehingga sedikit banyak membuat sikap dan sifatku berubah. Aku berpenampilan modis, sering dugem dan lupa dari mana aku berasal karena saat itu aku memang ingin melupakan masa lalu.

Mendadak aku menjadi idola cewek-cewek disekolah dan diluar sekolah. Tetapi entah mengapa, aku kurang greget saat berpacaran dengan sebaya mungkin karena ABG seumuranku begitu munafik soal sex. Padahal mau tetapi malu, ragu dan harus berfikir ulang beribu kali.

Ada satu guru yang menjadi favorit disekolahku, namanya bu Stacy guru bahasa inggris, tingginya sekitar 170an, badan padat berisi, kulit putih buanget, toket 35 dan yang spesial adalah dia sudah setahun menjanda karena suaminya meninggal dalam kecelakaan pesawat.

Jujur aku sangat bingung untuk melakukan pendekatan, kalau memakai cara halus jelas tidak mungkin karena otakku biasa aja, bahasa inggris pun pas-pasan! Gumamku dalam hati. Aku si pemuas nafsu terus berfikir, bahkan sempat curhat dengan Tina ( anaknya tanteku ).

Anehnya Tina merespon positif dan memberikan aku sebuah ide jitu dan dia mau terlibat di dalamnya. Aku dan Tina berniat meminta les privat dirumahnya bu Stacy yang kebetulan masih ada dalam satu komplek perumahan dengan kami. Berulang kali Dia menolak, tetapi bagaimanapun juga seorang guru sangat menghargai niat muridnya untuk belajar. Akhirnya Dia mau dengan satu syarat, tidak boleh mengatakan ini kepada siapapun karena Dia tidak mau ada banyak murid.

Satu, dua, tiga hari hingga satu minggu aku dan Tina les dirumahnya, tetapi belum juga menemukan jalan yang terdekat dan terbaik untuk mencuri hatinya. Tina pun sudah mulai bosan dan jenuh mengikuti lesnya karena pada dasarnya tidak ada niat les. Entah mengapa lagi-lagi Tina mau membantuku, padahal jauh di dalam hati ada suka dan cemburu dihatinya walau sebenarnya kami seorang sepupu. Tanpa sepengetahuanku, Tina membuka sebuah situs yang berisi aneka obat dan alat bantu sex serta memesan sebuah obat perangsang.

“Ini apa?” Tanyaku.

“Ntar sore coba aja, semoga sukses!!” Jawabnya sambil berlalu.

Sorepun tiba, seperti biasa aku datang kerumah Bu Stacy tetapi kali ini tidak bersama Tina yang entah kemana. Entah mengapa sore itu wajah Bu Stacy tampak berbeda, terlihat letih dan tanpa senyum. Dengan sok dewasa aku bertanya dan mencoba berbincang dengannya.

“Kalau ibu sakit, Lesnya libur aja…silahkan istirahat!!” Kataku.

“Tidak apa-apa hanya gak mood aja!” jawabnya datar.

“Pasti ada sesuatu, kalau mau Ibu bisa berbagi cerita denganku…anggap aja aku teman Ibu?!” Kataku.

“Mmmm….hehehehee….thank, but its OK kok!!” Jawabnya sambil tersenyum.

“Tuh…ibu cantik banget kalau tersenyum, pasti akan lebih cantik kalau senyumnya tidak di paksakan!!” Rayuku sambil bercanda.

“Berarti benar, pantesan banyak cewek yang mengidolakan kamu!!” Jawabnya.

“Benar apanya Bu? Biasa aja kali…” jawabku.

“Benar-benar Play Boy!!” Hahahahahaaa…jawabnya tertawa.

“Kok playboy?? Aku kan jomblo Bu…tapi gak apalah asal ibu bisa tersenyum terus!!” Jawabku.

“Tuh kan, wajah oke…rayuan mantap…pasti semua cewek klepek-klepek!!” Jawabnya.

“Tapi…kok ibu tidak klepek-klepek???” Tanyaku dengan nada tegas.

“Hmmm…emang kamu berniat merayu Ibu? Aku kan Ibu-Ibu…janda lagi!!” Jawabnya.

“Tapi aku memang berniat merayu Ibu!” Jawabku.

Mendadak Bu Stacy terdiam, matanya berkaca-kaca dan beberapa detik kemudian air matanya berlinang. Pelan-pelan Dia bercerita bahwa adik suaminya berniat melamarnya untuk menyambung kembali silaturahmi karena memang belum dikaruniai anak. Tetapi setiap melihat wajahnya dan mendengar nama belakang keluarganya, dia selalu teringat suaminya. Sambil terus mendengarkan ceritanya, aku mengambil segelas air dan dengan tegang memasukkan tiga tetes obat perangsang kedalam gelas.

“Ini Bu…silahkan diminum, biar lebih tenang!”

“Thank…” jawabnya singkat.”

“Habiskan aja Bu…biar air matanya tidak kering!!” Candaku.

Cerita Sex Terpanas, Cerita Sex Guru, Cerita Sex di Sekolah, Ceritasexdewasa, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Bokep, Cerita Mesum

Segelas air telah habis tertelan, sambil menunggu reaksinya aku terus berbincang dan mendekatkan diri tepat berada disisinya. Belum apa-apa aku sudah dag-dig-dug tidak menentu, aku si pemuas nafsu sangat terangsang saat melihat belahan dadanya yang sepintas terlihat dari celah kancing bajunya. Belum juga hilang gugupku, tiba-tiba kepalanya bersandar dipundakku. Aroma tubuhnya seakan merasuk ke jiwaku, begitu wangi dan menggugah birahi. Aku mencoba untuk membelai rambutnya, tetapi jarum jam belum menunjukkan 15 menit dimana obat itu akan efektif bekerja. Baru 7 menit dan tanganku ingin segera menyentuh halus kulitnya….

“Kalau tidak cinta ya tolak saja, daripada terbebani!” Kataku sambil mengelus pundaknya.

“Iya…tapi aku tidak tega mengatakannya!” Jawabnya.

“Tidak tega berarti kasihan, bukan cinta!” Kataku tegas.

“Iya…aku…aku….” katanya terbata.

“Kenapa Bu??” Tanyaku.

“Aaaa…aku…” jawabnya tidak jelas.

“Emuaaaach…pandanglah aku sebagai seorang pria, lupakanlah bahwa aku ini muridmu!” Bisikku sambil mencium belakang telinganya.

Kulirik kearah jam, 15 menit sudah terlewati dan inilah saatnya! Pikirku dalam hati dan dengan segenap percaya diri aku si pemuas nafsu mulai berani membelai, mengelus dan merayunya dengan sejuta gombalan dan pujian. Pelan-pelan Stacy semakin hanyut dalam manisnya rayuanku, tapi saat kucium bibirnya Stacy berusaha mengelak tetapi aku terus memaksa dan dengan sok PeDe aku berkata semauku.

“Walau belum mengalami, tapi aku bisa merasakan bagaimana setahun tanpa belaian!” Aku sayang kamu bu… kataku lirih.

“Sudah, jangan teruskan ini!” Jawabnya sambil melepaskan pelukanku dan berlari ke kamarnya dengan derai air mata.

Bagaimana obat perangsangnya, apa mungkin belum maksimal?? Tanyaku dalam hati sambil berjalan menuju kamarnya. Kulihat Stacy terisak sambil terbaring di tempat tidur dengan belahan rok yang menganga memamerkan paha mulusnya. Aku si pemuas nafsu menjadi semakin bernafsu dan tanpa sepengetahuanya aku melepaskan semua bajuku tanpa sisa hingga nampaklah kontolku yang sudah menegang panjang dan keras.

Aku dekati Stacy dan langsung aku tindih pinggangnya dengan posisi duduk. Lagi-lagi Stacy berontak dan berhasil membalikkan badan. kembali aku harus memaksanya, terjadi tarik menarik diantara kami dan tentu akulah pemenangnya. Secara tidak sengaja aku menarik kerah bajunya dan itu membuat semua kancing bajunya terlepas paksa hingga tampaklah dua bukit bulat miliknya terombang ambing mengikuti gerak badanya. BHnya seakan tak mampu menampung bulatan kenyal miliknya.

“Don…hentikan in!” Teriaknya.

“Ayolah bu…nikmati saja!!” Jawabku.

Mendadak matanya tertuju pada kontolku yang berada ditengah-tengah bulatan toketnya, aku si pemuas nafsu jepit dan aku tekan-tekan dengan kedua toketnya sambil meremas dan memilin putingnya. Praktis hanya kedua kakinya yang meronta, sedang tubuh atasnya tidak karena kedua tangannya aku tindih dengan lututku. Akhirnya Stacy menyerah juga, matanya menutup pasrah dengan nafas yang terengah. Melihat sebagai sebuah peluang, aku langsung memasukkan palkon kedalam mulutnya disaat menganga mengambil nafas.

“Hhuuuuggghhhh….mmmm…heemmmmmm….”

Stacy hanya bisa bergumam karena mulutnya penuh sesak oleh kontolku. Pelan-pelan aku mulai menggoyangkan kontolku maju mundur. Semakin hangat, semakin lahap dan kurasakan mulai ada respon dari lidahnya yang menjilat palkon.

“Aaaaaaaahhhhhhhhhh…” aku melenguh menikmati bibir sensualnya melumat kontolku.

Kedua tanganku semakin inten memainkan kedua toketnya dengan cubitan dan elusan yang lembut dan sesekali kasar. Kulihat wajahnya nampak merah merona, begitu menggairahkan dengan butir-butir peluh yang mulai jatuh.

AC dalam kamarnya tidak mampu memadamkan kobaran nafsu kami. Aku si pemuas nafsu tari kontolku dari mulutnya dan menggesernya kebawah melewati tengah toketnya, perutnya dan sampai ditengah-tengah kedua pahanya sementara mulutku menjelajah bibir, leher dan bagian atas lainya. Posisi push-up membuat tubuhku sejajar diatas tubuhnya sehingga dari ujung kaki hingga ubun-ubun dipenuhi kehangatan dan kenikmatan.

Naik turun aku si pemuas nafsu gesekkan kontolku diantara kedua pahanya, menggesek CDnya dan merasakan sentuhan kecil namun bertubi dari ujung jembutnya yang menerobos pori-pori CDnya. Bulu halus disekujur tubuh putihnya melukiskan betapa besar nafsunya dan itu terlihat dari beceknya CD yang menutupi memeknya.

Tanpa berlama-lama aku rentangkan kedua kakinya hingga membentuk huruf “M” dan menyelipkan palkon ke sisi CDnya. Aaaaaahhhhhhh….gumamnya Stacy, aku dorong pelan-pelan, terus menusuk masuk dengan maju-mundur, maju-mundur teraatur. Begitu sudah masuk separuh, dengan sekuat tenaga aku menghentakkan kontolku masuk lebih dalam, lebih dalam terus dan terus hingga menthok di memeknya.

“aaaaaaaauuuwww….perih…Jon…… oooohhhh..” rintihnya.

“Uuuuhhhh…tahan sedikit bu!!” Kataku sambil terus menggoyangkan pantatku semakin cepat.

Http://ceritasexterpanas.com/ – Toket Stacy yang kenyal terpental kesana kemari, matanya ternuka dan kedua tanganya memegang kedua lututnya. Sungguh pemandangan yang indah, biasanya hanya ada diotakku kini ada di bawahku sedaang menikmati kontol jumboku!

“AAAAAAAAAAAAHHHH…AH…AH…AH…AH…AH…AH… AH…AH…AH…. penismu enak banget Jon… aaaaaaaauuuuuwww…jangan cepat-cepat, dadaku ( toket ) hampir copot nih!” Rengeknya.

“Mmmm…hari ini akulah suamimu!!” Kataku sambil menghisap putingnya.

“Kamu hebat Jon…penismu enak…ooohhhh…” ibu suka. Jawabnya

Dengan posisi kontol yang masih tertelan memeknya, aku si pemuas nafsu menariknya agar bangun dan berganti aku yang terlentang. Bu Stacy yang telah berpindah diatasku seakan ingin mengekspresikan kerinduan dan hangatnya cinta. Goyangan liarnya membuat palkonku terasa ngilu. Maju-mundur, kiri-kanan dan memutar menjadi andalanya. sampai akhirnya kami pun terkulai lemas merasakan bersenggama nikmat luar biasa dirumah ibu guru tersebut.

Dan sejak kejadian itu bu guruku jadi ketagihan bercinta denganku. jika bu guru menginginkan untuk dilayani bersetubuh, dia selalu menghubungiku untuk memuaskan hasrat birahi seksnya yang telah lama kesepian karena telah lama menjanda. tamat

 

Related Post

Like & Share !